Penyesuaian
Diri pada Perkuliahan
Menurut
Davidoff (dalam Mu’tadin, 2002) penyesuaian diri merupakan suatu proses untuk
mencari titik temu antara kondisi diri sendiri dan tuntutan lingkungan. Manusia
di tuntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, kejiwaan dan
lingkungan alam sekitarnya. Penyesuaian diri pada perkuliahan adalah tuntutan
untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan akademik atau perkuliahan yang
dihadapi untuk menyelesaikan masalah-masalah sekarang maupun selanjutnya dimasa
mendatang, sehingga dapat memberikan suatu prestasi untuk dirinya.
Schneiders
menyatakan bahwa individu yang memiliki penyesuaian diri yang baik adalah
individu yang memiliki salah satu respon seperti kematangan, berdayaguna,
kepuasan dan sehat. Berdayaguna disini diartikan, individu dapat membawa hasil tanpa terlalu banyak mengeluarkan
energi, tidak banyak kehilangan waktu atau banyak mengalami kegagalan.
Sedangkan sehat disini diartikan bahwa individu dapat mengeluarkan respon
penyesuaian yang cocok dengan situasi atau keadaan. Schneiders menempatkan lima
kriteria penyesuaian diri yang baik pada perkuliahan, yakni, self
knowledge-insight, self objectivity dan self acceptance, self control dan self
development, good interpersonal relationship, satisfaction in work.
Aspek-aspek
Penyesuaian Diri pada Perkuliahan di antaranya adalah :
1.
Self
Knowledge-Insight, yakni kemampuan untuk mengetahui
diri sendiri. Kemampuan untuk mengetahui diri sendiri memerlukan perincian yang
baik mengenai kelebihan dan keterbatasan diri sendiri.
2.
Self
Objectivity dan Self Acceptance, yakni kemampuan
untuk berperilaku dan berpikir yang didasarkan atas pengetahuan obyektif serta
dapat menerima diri secara positif serta dapat menghargai diri sendiri secara
lebih positif.
3.
Self Control
dan Self Development, bahwa self control merupakan
kemampuan untuk mengarahkan dan meregulasi impuls, pemikiran, kebiasaan, emosi,
sikap dan tingkah laku untuk mengatasi ketegangan dan masalah yang dihadapinya
serta pengembangan kepribadiannya pada tujuan yang matang.
4.
Good
Interpersonal Relationship, bahwa seseorang yang memiliki
kemampuan penyesuaian diri yang baik dapat menunjukan hubungan interpersonal
yang baik dengan kasih sayang, altruisme dan perasaan baru terhadap orang lain,
bergaul dengan baik terhadap orang lain berarti menjalin relasi yang ramah,
menghargai hak, pendapat dan kepribadian orang lain yang pada dasarnya berbeda
dengan dirinya.
5.
Satisfaction
In Work, yakni kriteria lain untuk melihat adanya
penyesuaian diri yang baik adalah rasa puas yang diperoleh dari segala aktivitas
yang dilakukan individu. Penyesuaian diri pada perkuliahan disini adalah
kepuasan akan harapan dan prestasi yang di capai. Jenis aktivitas yang
dilakukan, kondisi dimana aktivitas itu dilakukan, manfaat yang diperoleh,
prestasi yang dicapai dan adanya sumber konflik dan aktivitas tersebut
merupakan faktor-faktor yang sangat berpengaruh pada kepuasan yang dirasakan
mahasiswa.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Penyesuaian
Diri pada Perkuliahan yaitu :
1.
Penyesuaian
Pribadi. Kemampuan individu untuk menerima dirinya
sendiri sehingga tercapai hubungan yang harmonis antara dirinya dengan
lingkungan sekitarnya. Ia menyadari sepenuhnya siapa dirinya sebenarnya, apa
kelebihan dan kekurangannya dan mampu bertindak obyektif sesuai dengan kondisi
dirinya tersebut.
2.
Penyesuaian
Sosial.
(a)
lingkungan keluarga,
(b)
lingkungan teman sebaya,
(c)
lingkungan sekolah.
